18
Mei
09

Jaringan Organisasi Informal

Tujuan Jaringan dalam Organisasi Informal Mempermudah pengontrolan didalam sebuah organisasi dengan menggunakan kontrol dua arah, dengan target apabila terjadinya hal-hal yang menjadikan kendala bisa segera diantisipasi dengan cepat dan tepat.
Masih ingat dengan tokoh Vito Carleone yang diperankan oleh Marlon Brando dalam film the Godfather? Di film itu digambarkan bahwa dalam dunia mafia peran seorang don atau godfather sangat penting. Dia lah yang menjadi pusat loyalitas anggota mafia, yang berkhidmad padanya untuk mendapat perlindungan. Para godfather memiliki anggota jaringan yang luas, dari kepala polisi, pengacara, senator sampai tukang parkir yang siap bekerja untuk kepentingannya. Ikatan kekeluargaan dalam dunia mafia sangat kuat, pengkhianatan dapat berakibat kematian.
Dalam organisasi bisnis besar, kalau kita jeli mengamati juga terdapat pola hubungan seperti itu. Ada para godfather dan pengikut-pengikutnya yang loyal. Kita bisa melihat, misalnya, seorang direktur operasional yang senior dan ‘memiliki’ orang-orang yang menjabat di posisi keuangan, pemasaran, dan berbagai bagian lain perusahaan. Pak Anu, ‘orangnya’ pak Itu. Pak Ono ‘orangnya’ pak Ini.
Ada struktur organisasi yang sifatnya informal yang berbeda dengan struktur resmi. Hubungan antara godfather perusahaan itu dengan para loyalisnya bersifat saling menguntungkan. Godfather memberikan pengayoman dan memastikan perhatian yang cukup untuk perkembangan karir para loyalis. Dan sebaliknya, para loyalis memberi dukungan berupa segala keperluan emosional maupun politis sang godfather. Struktur organisasi resmi perusahaan tidak menggambarkan pola hubungan tersebut. Namun, eksekutif yang piawai selalu mengetahuinya, dan memanfaatkan untuk keuntungannya.
Prof David Crackhardt dari Carnegie Mellon menyebutkan ada tiga jaringan informal dalam organisasi:
1. Jaringan Advis
2. Jaringan Kepercayaan
3. Jaringan Komunikasi
Pola hubungan mafia di atas adalah bentuk jaringan advis. Para don umumnya hanya didatangi bila seseorang menghadapi masalah. Dalam kondisi normal sehari-hari, orang akan menggunakan jaringan komunikasi sesuai dengan alur pekerjaan masing-masing.
Untuk membicarakan hal-hal yang rahasia dan sensitif, jaringan kepercayaan yang dipakai. Itulah mengapa– bila kita cermati– kelompok makan siang tidak selalu sama dengan kelompok unit kerja. Kelompok makan siang, yang biasa menjadi ajang ’ngerumpi’ dan ‘curhat’, adalah satu bentuk jaringan kepercayaan. Kita biasanya tidak makan siang dengan atasan kita, karena dia bukan anggota ’jaringan kepercayaan’, di mana kita bisa curhat dengan aman.
Namun, kelompok makan siang mungkin tidak dapat berbuat apa-apa bila sesuatu hal buruk menimpa kita. Kita butuh menghadap pejabat tertentu yang kita andalkan untuk membantu. Dia mungkin adalah mantan bos yang sudah pindah bagian, ’orang bijak’ yang selama ini mendukung kita, atau atasan kita sekarang. Kita menggunakan jaringan advis kita di kala mengalami kesulitan.
Lalu apa manfaatnya sistem jaringan dalam organisasi informal? Dengan memahami pola jaringan di organisasi, pekerjaan kita menjadi lebih mudah. Ibarat seorang prajurit, kita sudah mengenal medan dengan baik: topografinya, sikap penduduk sekitar, kekuatan dan taktik musuh, jaringan suplai dan lainnya. Ketika staff kita bermasalah, kita tahu siapa saja di jaringan kepercayaannya yang dia dengar nasihatnya. Ketika membentuk tim lintas departemen, kita bisa menunjuk orang-orangnya yang memiliki peta jaringan yang sesuai. Bila seseorang yang memiliki jaringan kepercayaan luas dibajak pesaing, kita dapat mengantisipasi bahaya eksodus pegawai lain.
Politik kantor adalah keniscayaan bila bekerja di organisasi besar. Memahami peta jaringan adalah satu cara agar kita dapat survive dalam permainannya.


0 Responses to “Jaringan Organisasi Informal”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori

Apa Kata Nurani????

Kehidupan...???? Saat manusia mencoba menjadi manusia

Coba Lihat Juga….

https://fauzan3486.wordpress.com http://videografer.ning.com http://idecerita.blogspot.com http://detik.com http://kompas.com http://filmpendek.org http://marioteguh.asia http://politikana.com
Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

%d blogger menyukai ini: