15
Apr
09

Komunikasi Massa

1. Pengertian Komunikasi Massa

Komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa, jelasnya merupakan singkatan dari komunikasi media massa (mass media communication). Media massa yang menjadi cakupan pengertian komunikasi massa itu adalah surat kabar, majalah, radio, televisi, atau film.
Pengertian komunikasi massa, merujuk kepada pendapat Tan dan Wright, dalam Lilweri. 1991, merupakan bentuk komunikasi yang menggunakan saluran (media) dalam menghubungkan komunikator dan komunikan secara massal, berjumlah banyak, bertempat tinggal yang jauh (terpencar), sangat heterogen, dan menimbulkan efek tertentu. Sedangkan Joseph A. Devito dalam bukunya Communicology an Introduction to The Study of Communications menampilkan definisinya tentang komunikasi massa sebagai berikut :
“Pertama, komunikasi massa adalah komunikasi yang ditunjukkan kepada massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. Ini tidak berarti bahwa khalayak meliputi seluruh penduduk atau semua orang yang mendengarkan radio, agaknya ini berarti bahwa khalayak itu besar dan pada umumnya agak sukar untuk didefinisikan.
Kedua, komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh pemancar yang audio dan atau visual. Komunikasi massa barangkali akan lebih mudah dan lebih logis bila didefinisikan menurut bentuknya seperti radio, surat kabar, majalah, buku, televisi, film, dan pita).”
Dari berbagai definisi komunikasi massa, hal ini memberikan gambaran yang jelas mengenai pengertian komunikasi massa. Bahkan, secara tidak langsung dari pengertian komunikasi massa dapat diketahui pula ciri-ciri komunikasi massa yang membedakannya dari bentuk komunikasi lainnya.

2. Proses Komunikasi Massa

Proses komunikasi massa menurut Shanoon-Weaver, digambarkan sebagai suatu proses yang linier dan searah. Yaitu proses di mana pesan diibaratkan mengalir dari sumber dengan melalui beberapa komponen menuju kepada tujuan (komunikasi). Terdapat lima fungsi yang beroperasi dalam proses komunikasi disamping satu faktor disfungsional yaitu noise atau gangguan. Pada dasarnya prinsip proses ini adalah seperti bekerjanya proses penyiaran radio dan televisi. Pada bagian pertama dari proses ini adalah sumber informasi yang menciptakan pesan atau rangkaian pesan untuk dikomunikasikan. Pada tahap berikutnya, pesan diubah kedalam bentuk sinyal oleh transmitter sehingga dapat diteruskan melalui saluran kepada penerima. Penerima lalu menyusun kembali sinyal menjadi pesan sehingga dapat mencapai tujuan. Sementara itu sinyal dalam perjalanannya memiliki potensi untuk terganggu oleh berbagai sumber pengganggu yang muncul. Misalnya, ketika terdapat terlalu banyak sinyal dalam saluran yang sama dan pada saat yang bersamaan pula. Hal ini akan mengakibatkan adanya perbedaan antara sinyal yang ditransmisikan dan sinyal yang diterima. Dengan demikian dapat diartikan pesan yang dibuat oleh sumber dan kemudian disusun kembali oleh penerima hingga mencapai tujuan, tidak selalu memiliki makna yang sama.
Ketidakmampuan komunikator untuk menyadari bahwa suatu pesan yang dikirimkan tidak selalu diterima dengan pengertian yang sama, adalah merupakan penyebab bagi kegagalan komunuikasi, terutama pada komunikasi massa.
Dari model yang dikemukakan Shannon & Weaver ini, Melvin DeFleur (1966) dalam bukunya Theories of Mass Communication, mengembangkan dan mengaplikasikannya ke dalam teori komunikasi massa. Dalam kaitannya dengan makna dari pesan yang diciptakan dan diterima, dia mengemukakan bahwa dalam proses komunikasi ‘makna’ diubah menjadi pesan yang lalu diubah lagi oleh transmiter menjadi infomasi, dan kemudian disampaikan melalui suatu saluran (misal media massa).
Informasi diterima sebagai pesan, lalu diubah menjadi ‘makna’. Jika terdapat korespondensi (kesamaan atau hubungan ) antara kedua ‘makna’ tersebut, maka hasilnya adalah komunikasi. Namun, seperti yang dikemukakan sendiri oleh DeFleur, jarang sekali terjadi korespondensi yang sempurna. Artinya, dengan toleransi tertentu, komunikasi masih dapat terjadi meskipun terdapat juga ‘sejumlah’ perbedaan makna.

3. Karakteristik Komunikasi Massa

Komunikasi massa berbeda dengan komunikasi lainnya, seperti komunikasi antarpesona dan komunikasi kelompok. Perbedaan itu meliputi komponen-komponen yang terlibat di dalamnya, juga proses berlangsungnya komunikasi tersebut. Adapun karakteristik komunikasi massa adalah sebagai berikut :

  1. Komunikator Terlembagakan
    Media massa sebagai saluran komunikasi massa merupakan lembaga, yakni suatu institusi atau organisasi. Oleh karena komunikatornya melembaga. Komunikator pada komunikasi massa, misalnya wartawan surat kabar atau penyiar televisi bertindak atas nama lembaga sejalan dengan kebijaksanaan (policy) surat kabar dan stasiun televisi yang diwakilinya karena media yang dipergunakannya adalah suatu lembaga dalam menyebarluaskan pesan komunikasinya. Ia tidak memiliki kebebasan individual.
    Berdasarkan kenyataan tersebut di atas, maka komunikatornya pada komunikasi massa dinamakan juga komunikator kolektif. Karena sifatnya yang kolektif, maka komunikator yang terdiri atas sejumlah kerabat kerja itu mutlak harus mempunyai keterampilan yang tinggi dalam bidangnya masing-masing.
  2. Pesan Bersifat Umum
    Pesan yang disebarkan melalui media massa bersifat umum (public) karena ditujukan kepada umum dan mengenai kepentingan umum. Jadi tidak ditujukan kepada perseorangan atau kepada sekelompok orang tertentu.
  3. Komunikannya Anonim dan Heterogen
    Dalam komunikasi massa, komunikator tidak mengenal komunikan (anonim), karena komunikasinya menggunakan media dan tidak tatap muka. Selain itu, komunikan komunikasi massa adalah heterogen, karena terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang berbeda dalam berbagai hal seperti usia, jenis kelamin, pandangan hidup dan lain-lan.
  4. Media Massa Menimbulkan Keserempakan
    Media massa memiliki kemampuan untuk menimbulkan keserempakan pada pihak khalayak dalam menerima pesan-pesan yang disebarkan.
  5. Komunikasi mengutamakan Isi ketimbang Hubungan
    Setiap komunikasi melibatkan unsur isi dan unsur hubungan. Namun pada komunikasi massa, yang penting adalah unsur isi.
  6. Komunikasi Massa Bersifat satu Arah
    Pada komunikasi massa tidak terdapat arus balik kepada komunikator. Pada media televisi, radio dan film arus balik tidak secara langsung tetapi arus balik tertunda dengan menggunakan telepon atau e-mail. Dengan kata lain perkataan wartawan, penyiar televisi atau radio sebagai komunikator tidak mengetahui tanggapan para khalayak terhadap pesan atau informasi yang disiarkannya.
  7. Stimulasi Alat Indra “Terbatas”
    Dalam komunikasi alat indra bergantung pada jenis media massa. Pada surat kabar dan majalah, pembaca hanya melihat , pada radio siaran dan rekaman auditif, khalayak hanya mendengar sedangkan pada media televisi dan film, kita menggunakan indra penglihatan dan pendengaran .Sehingga alat indra tidak dapat digunakan secara maksimal.


4. Tujuan dan Fungsi Komunikasi Massa

Berdasarkan definisi komunikasi massa di atas, maka tujuan komunikasi massa adalah menyampaikan informasi kepada khalayak luas dalam waktu bersamaan dan memiliki efek tertentu.
Fungsi kmunikasi massa bagi masyarakat menurut Dominick (2001), terdiri dari :

  1. Surveillance (Pengawasan)
    Fungsi pengawasan komunikasi massa dibagi dalam bentuk utama yaitu pengawasan peringatan dan pengawasan instrumental. Pengawasan peringatan terjadi apabila media informasi mengenai ancaman. Sedangakan, pengawasan instrumental berkaitan dengan penyebaran informasi yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.
  2. Interpretation (Penafsiran)
    Fungsi penafsiran hampir mirip dengan fungsi pengawasan. Media massa tidak hanya memasok fakta dan data, tetapi juga memberikan penafsiran terhadap kejadian-kejadian penting. Menurut Charles R. Wright, fungsi utama interpretasi dari komunikasi massa adalah mencegah akibat-akibat yang tidak diinginkan dari pengkomunikasian berita.
  3. Linkage (Pertalian)
    Media massa dapat menyatukan anggota masyarakat yang beragam, sehingga membentuk linkage (pertalian) berdasarkan kepentingan dan minat yang sama tentang sesuatu.
  4. Transmission of values (Penyebaran Nilai-Nilai)
    Fungsi penyebaran nilai disebut juga socialization (sosialisasi). Sosialisasi mengacu kepada cara, di mana individu mengadopsi perilaku dan nilai kelompok. Media massa yang mewakili gambaran masyarakat itu ditonton, di dengar dan dibaca. Media massa memperlihatkan kepada kita bagaimana mereka bertindak dan apa yang diharapkan mereka.
  5. Entertainment (Hiburan)
    De Vito menyebutkan, bahwa media massa mendesain program-program mereka untuk menghibur khalayak.

5. Media Komunikasi Massa

Media yang dimaksud dalam proses komunikasi massa yaitu media yang massa yang memiliki ciri khas, mempunyai kemampuan untuk memikat perhatian khalayak secara serempak (Simultaneous) dan serentak (Instantaneous). Berdasarkan ciri khas tersebut maka media komunikasi massa dapat digolongkan menjadi media cetak, radio, televisi, dan film. Media massa inilah yang paling sering banyak menimbulkan dampak yang besar bagi masyarakat luas.
Pengaruh media massa yang satu dengan yang lainnya terhadap masyarakat berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan oleh karateristik masing-masing media tersebut. Karakteristik dari masing-masing media dapat dibedakan sebagai berikut :

  • Cetak
  1. Dapat dibaca, dimana dan kapan saja
  2. Dapat dibaca berulang-ulang
  3. Daya rangsang rendah
  4. Pengolahan bisa mekanik, bisa elektris
  5. Biaya relatif rendah
  6. Daya jangkau terbatas
  • Radio
  1. Dapat didengar bila siaran
  2. Dapat didengar kembali bila diputar kembali
  3. Daya rangsang rendah
  4. Elektris
  5. Relatif murah
  6. Daya jangkau besar
  • Televisi
  1. Dapat didengar dan dilihat bila ada siaran
  2. Dapat dilihat dan didengar kembali, bila diputar kembali
  3. Daya rangsang sangat tinggi
  4. Elektris
  5. Sangat mahal
  6. Daya jangkau besar

Televisi dan film yang bersifat audio visual (dapat didengar dan dilihat) inilah memiliki pengaruh yang sangat kuat dibandingkan media lain karena menggunakan dua indera yaitu mata dan telinga.

6. Efek komunikasi Massa

De Flur dengan teorinya “Cultural Norms” ini beranggapan bahwa media tidak hanya memiliki efek langsung terhadap individu tetapi juga mempengaruhi kultur, pengetahuan kolektif, dan norma serta nilai-nilai dari suatu masyarakat.
Pada model psikodinamik efek adalah sesuatu yang diinginkan oleh pengirim pesan berlangsung secara singkat (segara dan sementara), berkaitan dengan perubahan sikap, informasi dan perilaku pada individu dan tanpa melalui media, Sedangkan proses efek yang sebaliknya berlangsung dalam waktu lama, umumnya tidak terencana, lebih bersifat langsung dan kolektif. Dengan demikian mengacu pada hal-hal seperti sosialisasi, transmisi dan dukungan terhadap nilai-nilai sosial, kecenderungan media menyiratkan ideology tertentu, pembentukan situasi pendapat umum, perbedaan distribusi, perubahan jangka panjang budaya, bahkan struktur masyarakat.

Daftar Pustaka :

  • Ardianto, Elvinaro. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa, 2004.
  • Djuarsa, Sendjaja dkk. Teori Komunikasi. Jakarta: Universitas Terbuka, 1996.
  • Effendy, Onong Uchjana. Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003.
  • Sutaryo. Sosiologi Komunikasi. Yogyakarta: Arti Bumi Intaran, 2005.
  • Morrisan.  Media Penyiaran : Strategi Mengelola Radio dan Televisi. Jakarta: Ramdina Prakarsa, 2005.

0 Responses to “Komunikasi Massa”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori

Apa Kata Nurani????

Kehidupan...???? Saat manusia mencoba menjadi manusia

Coba Lihat Juga….

https://fauzan3486.wordpress.com http://videografer.ning.com http://idecerita.blogspot.com http://detik.com http://kompas.com http://filmpendek.org http://marioteguh.asia http://politikana.com
April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

%d blogger menyukai ini: